Diberdayakan oleh Blogger.

I Miss You

RSS

Imbuhan dalam Penulisan Artikel

Imbuhan dalam penulisan artikel ada beberapa macam tergantung bagaimana ia melekat dengan kata dasar atau bakal kata (leksem). Tapi sebelum ke sana, kita tengok dulu  pengertian imbuhan.
Kata imbuhan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bubuhan atau bahasa asingnya afiks. Fungsi bubuhan pada kata dasar untuk membentuk kata baru. Nah, bubuhan sendiri ada beberapa macam;
Awalan: ber-, me-, di-, ke-, per-, pe-, ter-, se-
Sisipan: -el-, -er-, -em-, -in-
Akhiran: -kan, -i, -in, -at, -is, -isme, -man, -wan, -wati, -nya
Gabungan: me-i, me-kan, pe-i, pe-an, per-an, ber-kan, ber-an, ke-an, ter-i, ter-kan, me-kan, me-i, memper-, memper-i, memper-kan, diper-, diper-i, di-kan, di-i, diper-kan, se-nya,
Dalam penulisan artikel yang bagus, aneka macam imbuhan itu bisa mewujud dalam banyak kata tergantung kata dasar yang dilekatinya. Makna yang muncul juga beragam tergantung dengan kata apa imbuhan itu melekat. Berikut ini hanya beberapa contoh kata dari setiap jenis imbuhan di atas;
Awalan
ber-: berinternet, berjudi
me-: menulis, menambah
di-: diretas, ditulis
ke-: kepukul, keambil
per-: perjaka, perusak
pe-: pemukul, pemalas
ter-: tersedia, ternama
Sisipan
-el-: telunjuk (tunjuk), telapak (tapak)
-er-: seruling (suling), gerigi (gigi)
-em-: kemelut (kelut), gemilang (gilang)
-in-: kinerja (kerja)
Akhiran
-kan: hapuskan, kobarkan
-i: kuliti, sakiti
-an: lemparan, kisaran
Selain itu, dalam penulisan artikel, kita menemukan akhiran lain, misalnya karena pengaruh dialek dan serapan.
-in: lebarin, lemparin (dialek Jakarta)
-wan: wartawan
-wati: wartawati
-isme: idealisme, kapitalisme
-man: kameraman
Imbuhan Gabungan
me-i: menaiki (naik), menandingi (tanding)
me-kan: menemukan (temu), memberikan (beri)
pe-an: pemukulan (pukul), penindasan
per-an: pergulatan (gulat), perjudian (judi)
ber-kan: bertatahkan (tatah), berlambangkan (lambang)
ber-an: berhamburan (hambur), bertebaran (tebar)
ke-an: keamanan (aman), ketelitian (teliti)
ter-i: terlampaui (lampau), tertandingi (tanding)
ter-kan: terabaikan (abai), terlupakan (lupa)
me-kan: melupakan (lupa), menaikkan (naik)
me-i: melukai (luka), menaiki (naik)
memper-: mempercepat (cepat), memperlambat (lambat)
memper-i: memperbaiki (baik), memperbarui (baru)
memper-kan: memperdebatkan (debat), mempertaruhkan (taruh)
diper-: diperkuat (kuat), dipertebal (tebal)
diper-i: diperbaiki (baiki), diperbarui (baru)
di-kan: dinaikkan (naik), ditirukan (tiru)
di-i: didzalimi (dzalim), dinodai (noda)
diper-kan: dipertaruhkan (taruh), dipertandingkan (tanding)
se-nya: sebaiknya (baik), selepasnya (lepas)
Itulah beberapa proses pembentukan kata baru dari kata dasarnya setelah mendapat imbuhan awalan, sisipan dan akhiran. Proses pembentukan kata itu melahirkan makna baru dari setiap proses penggabungan kata dasar atau bakal kata dengan imbuhannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SISTEM EKONOMI LIBERAL & SISTEM EKONOMI CAMPURAN



I.              SISTEM EKONOMI LIBERAL

Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan (proses) alami" yang dipahami oleh sementara tokoh-tokoh ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan penamaan paham tersebut sedangkan konsep kebijakan dari ekonomi (globalisasi) liberal ialah sistem ekonomi bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.
Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika Serikat|Amerika. Seperti halnya di Amerika Serikat, paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.
Sistem ekonomi liberal klasik
Sistem ekonomi liberal klasik adalah suatu filosofi ekonomi dan politis. Mula-mula ditemukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-batas dari kekuasaan dan tenaga politis, yang menggambarkan pendukungan kebebasan individu.Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen).

Ciri-Ciri :
  • Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
  • Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
  • Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
  • Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
  • Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
  • Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
  • Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
  • Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
Keuntungan dan kelemahan

Keuntungan
Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:
  • Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
  • Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  • Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
  • Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
  • Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan
Kelemahan
Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah:
  • Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
  • Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
  • Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
  • Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
  • Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.
Tokoh penemu paham liberal

Niccolò Machiavelli
Niccolò Machiavelli (Florence, 1469-1527), adalah seorang tokoh liberal terbaik yang dikenal dengan pendapatnya, Il Principe. Dia adalah pendiri realis filosofi politis yang mendukung pemerintahan republik, angkatan perang negara, divisi kekuasaan, perlindungan milik perorangan, dan pengekangan pembelanjaan pemerintah sebagai kebebasan suatu republik. Ia menulis secara ekstensif pada kebutuhan individu sebagai suatu karakteristik yang penting sebagai kepemerintahan yang stabil. Ia berargumentasi bahwa sebaik-baiknya kebebasan individu masih perlu dilindungi oleh legitasi serta regulasi yang baik dari pemerintah. Dan bahwa orang-orang yang bisa memimpin hukum dengan benar hanyalah orang-orang yang segala ambisi dan keegoisannya bisa dihilangkan dalam memelihara kebebasannya tersendiri. Dia berpendapat bahwa realisme adalah pusat gagasan dalam pelajaran politis dan mengutamakan kebebasan republik (individu) dibawah prinsip.
Anti statis kaum liberal melihat pesan-pesan utama yang dikatakan Machiavelli's bahwa ia berbicara atas nama suatu status yang kuat dibawah seorang pemimpin kuat, yang menggunakan maksud apapun untuk menetapkan posisinya, sedangkan liberalisme adalah suatu ideologi dari kebebasan individu dan aneka pilihan sukarela atau fakultatif. Beberapa hasil karyanya adalah Il Principe - 1513 dan Discorsi Sopra la Prima Deca di Tito Livio1512-1517.

Desiderius Erasmus
Desiderius Erasmus (Belanda, 1466-1536) adalah seorang tokoh liberal yang dikenal sebagai orang yang berperikemanusiaan. Dia berkata bahwa masyarakat Erasmusian melintasi Eropa sampai pada taraf tertentu sebagai jawaban atas pergolakan reformasinya. Ia berhadapan dengan kebebasan berkehendak. Dalam karyanya De Libero Arbitrio Diatribe Sive Collatio(1524), ia meneliti dengan kepintaran dan kejeniusannya untuk menghapus keterbatasan hidup sebagai pernyataan atas kebebasan manusia. Beberapa hasil karyanya Lof d Zotheid1509 dan De Libero Arbitrio Diatribe Sive Collatio1524.
Dalam sistem ekonomi ini ada beberapa asumsi yang mesti di penuhi agar sistem ini dapat berjalan seimbang. Asumsi – asumsi itu sebagai berikut :
  1. Jumlah pengusaha banyak
  2. Peluang berusaha sangat luas
  3. informasi untuk berusaha sangat terbuka artinya tidak ada yang di tutup-tutupi jadi semua produsen maupun konsumen mengetahui tentang apa-apa yang terjadi dalam pasar. 
Dalam sistem ini dikenal dengan adanya pasar bebas atau yang paling terkenal adalah pasar persaingan sempurna, maka dari itu asumsi- asumsi di atas sangat perlu di penuhi agar teciptanya suatu perekonomian yang stabil. Namun pada kenyataannyaasumsi-asumsi itu tidak terpenuhi sehingga banyak menimbulkan kesenjangan-kesenjangan diantara masyarakat. Kalau dilihat sepintas sistem perekonomian ini sangat sempurna untuk di terapkan dalam suatu negara karena sudah ada contoh yang jelas dari negara-negara barat yang telah jelas berhasil dan maju dalam hal perekonomiannya, tetapi di balik itu semua ternyata ada suatu kelemahan yang paling mendasar yaitu tentang persaingan itu sendiri dimana dalam system perekonomian liberal ini adanya persaingan bebas yang cenderung mengarah pada pembunuhan usaha apabila tidak bisa bersaing.



  II.          SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sistem ekonomi campuran merupakan penggabungan anatara mekanisme pasar dengan campur tangan pemerintah. Sistem ekonomi campuran ini juga dibedakan ke dalam dua jenis sistem ekonomi, yaitu Market socialism  dimana peran pemerintah yang tampak lebih dominan dan Social Market dimana mekanisme pasarlah yang lebih dominan walaupun tetap ada campur tangan dari pemerintah. Contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran Market Socialism adalah Swedia. Sedangkan contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran Social Market adalah Inggris dan Jerman.

Dalam sistem ekonomi campuran, tujuan campur tangan peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian adalah untuk mengoreksi distorsi ekonomi. Diakuinya hak kepemilikan pribadi dalam sistem ekonomi campuran ini tidak membuat semua faktor produksi yang vital / penting juga bisa menjadi kepemilikan pribadi karena kepemilikan faktor produksi yang vital akan  tetap diatur dan diawasi oleh pemerintah. Selain itu, pemerintah akan memberikan jaminan sosial serta mengupayakan pemerataan distribusi pendapatan. Tentang penetapan harga, walaupun harga-harga ditentukan oleh mekanisme pasar, namun bila diperlukan pemerintah juga perlu mengadakan pengawasan serta koreksi terhadap harga-harga tersebut.

Karena merupakan penggabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, Penerapan sistem ekonomi campuran ini akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat karena berimbangnya peran pemerintah dan swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.

Ciri-ciri 
sistem ekonomi campuran :
  • Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  • Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  • Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi campuran
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.
Terkait tentang Pengertian Sistem Ekonomi Campuran :
Sistem ekonomi campuran (“Mixed economy”) merupakan panduan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk ...
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme). - Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka. - ...
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut : 1) Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa ...
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis : Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi. Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu. Inidividu bebas memilih ...
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: 1) Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber ...



Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang digunakan oleh negara kita Indonesia.
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.

Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi liberal/pasar dan terpusat/komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.

Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

THE HISTORY OF JAVA



Penulis : Thomas S. RafflesJml hal. : 767 halaman (2 jilid)Penerbit : Oxford University PressTahun : 1988Bagaimana keadaan Indonesia, khususnya Jawa, pada awal abad 19 ? Berapa jumlah penduduknya, bagaimana keadaan sehari-harinya ? Raffles, yang menjadi gubernur jenderal di Indonesia selama pendudukan Inggris tahun 1811 - 1816, berusaha membuat sebuah buku tentang sejarah Jawa, yang selain berisi deskripsi tentang alam,kebudayaan dan masyarakat juga bermaksud menunjukkan bahwa pemerintah kolonial Inggris jauh lebih baik dari pada Belanda. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia bekerja sama dan mendapat bantuan dari para pangeran dan bangsawan Jawa serta mengumpulkan sumber antara lain dari babad-babad Jawa.Buku ini dibagi dalam 8 bab, yang membahas mengenai geografi, asal-usul penduduk, pertanian, industri,perdagangan, karakter penduduk, kebudayaan, dan bahasa. Dalam jilid 2 bahkan terdapat apendix yang berisi kamus Jawa-Inggris dan uraian singkat mengenai Sulawesi dan Maluku.Bab pertama menguraikan keadaan alam pulau Jawa, antara lain tentang sungai, gunung, hutan dan lmengelilinginy serta tidak adanya danau yang cukup besar.Bab kedua menguraikan tentang penduduk. Jumlah penduduk pulau Jawa pada tahun 1815 adalah sekitar 4,5 juta orang, sedangkan penduduk Jakarta dan sekitarnya berjumlah 332 ribu. Penyebaran penduduk tidak merata, karena sering terjadi perpindahan penduduk ke bagian lain pulau apabila di suatu tempat kebijakan pemerintah kolonial Belanda menekan penduduk asli. Misalnya pada masa pemerintahan Daendels, hampir semua penduduk di daerah Demak pindah ke Surakarta atau Yogya. Meskipun demikian, secara total jumlah penduduk meningkat cukup tinggi. Menurut Raffles hal yang mendorong tingginya pertumbuhan penduduk adalah :1. Tanah yang subur dan kehidupan pertanian yang baik2. Persyaratan untuk menikah sedikit dan sangat mudah, karena untuk mempertahankan kehidupan subsisten (pemenuhan kebutuhan dasar) dapat dilakukan dengan mudah disebabkan kebutuhan yang sangat sederhana dan anak-anak menjadi beban orang tua dalam waktu sangat pendek, karena segera dapat membantu di sawah atau ladang. Hal lain yang mendukung adalah kematangan yang dini, adat dan iklim yang ramah.3. Biaya membesarkan anak sangat murah karena tidak ada biaya untuk pendidikan atau jika ada sangat sedikit, sedangkan pakaian atau rumah sangat sederhana, disebabkan umumnya anak-anak umur 1,5 tahun s.d 7 tahun tidak mengenakan pakaian.4. Perempuan umumnya menikah muda (13-14 tahun) dan melahirkan sejak menikah sampai dengan setengah baya, sedangkan laki-laki menikah sebelum usia 20 tahun.5. Karakter penduduk yang tenang sehingga jarang terjadi pertumpahan darah.6. Praktek poligami pada kalangan atas.7. Imigrasi orang-orang Cina.Mengenai butir nomor 2 di atas ia menulis, “The impulse of nature is seldom checked by the experience of present deficiencies or the fear of future poverty” (hal.70). Menarik apabila kita amati bahwa 200 tahun kemudian atau saat ini pendapat tersebut masih bisa berlaku pada sebagian besar penduduk Indonesia. Tidak ada rasa takut akan kemiskinan di masa depan, karena itu meskipun sangat miskin sampai saat ini orang Indonesia (tidak hanya Jawa) tidak pernah takut menikah di usia muda dan segera mempunyai banyak anak. Apabila kita amati, sebagian besar penduduk ketika memutuskan untuk memiliki anak juga tidak pernah memikirkan sebelumnya bagaimana akan membiayai pendidikan anaknya dan tidak merasa bersalah jika tidak mampu memberi pendidikan yang layak.Bab 3 menguraikan tentang pentingnya bidang pertanian di Jawa. Tanah pertanian di Jawa hanya meliputi 1/8 dari luas pulau, namun bidang pertanian merupakan kegiatan 90% penduduk dan beras yang dihasilkan dapat diekspor ke Sumatera,Kalimantan,Maluku serta daerah jajahan Belanda lainnya di seluruh dunia dan menghasilkan 500 ribu Poundsterling per tahun bagi pemerintah Belanda. Melimpahnya hasil pertanian menyebabkan hampir seluruh penduduk dapat memperoleh cukup makan yang minimal terdiri dari nasi 1,25 pon/hari, ikan,sayur dan gram, dan kelaparan tidak dikenal, yang digambarkan dalam halaman 99,”There are few countries where the mass of the population are so well fed as on Java.”Pentingnya kegiatan pertanian digambarkan dengan rendahnya kemampuan penduduk dalam bidang-bidang lain di luar pertanian, sehingga industri hampir tidak ada dan kualitas barang-barang yang dihasilkan sangat rendah karena kebutuhan akan barang juga sangat sederhana. Mengambil perbandingan dengan Inggris, jumlah penduduk yang bergerak di bidang pertanian dibandingkan di bidang industri di Jawa adalah 3,5-4 : 1, sedangkan di Inggris 1 : 2,5-3.Jika hasil pertanian melimpah, mengapa tidak ada akumulasi kekayaan ? Karena di Jawa tidak ada orang kaya, tidak ada industri, tapi juga tidak ada para pengemis. Menurut Raffles, hal ini disebabkan tidak adanya hak kepemilikan atas tanah yang diciptakan oleh hukum dan dilindungi oleh pemerintah, karena seluruh tanah dianggap milik penguasa (raja/kerajaan). Dengan demikian, selain petani dikenakan pajak atas tanah sebesar 20%-40% dari hasil pertanian, tanah mereka juga sewaktu-waktu dapat diambil. Petani hanya memiliki kepastian memiliki tanahnya selama dua kali masa tanam, setelah itu tanahnya dapat dikerjakan oleh orang lain dan ia mengerjakan tanah lain pula; tanah tersebut dapat pula sewaktu-waktu diambil oleh kerajaan untuk diberikan kepada penguasa setempat atau keluarganya. Selanjutnya, pajak hasil pertanian tersebut akan dipungut oleh setiap penguasa dari tingkat terbawah sampai seluruh tingkat di atasnya, karena hampir tidak ada sumber perekonomian lain selain pertanian.Tidak adanya kepastian hak atas tanah dan kemudahan dalam memperoleh makanan membuat penduduk tidak berhasrat untuk melakukan pemupukan kekayaan dan bekerja keras, ditambah dengan tidak adanya para orang kaya yang dapat menimbulkan rasa iri hati dan hasrat ingin memupuk kekayaan. Namun sebagai akibatnya, tidak ada industri yang dapat maju di pulau Jawa karena kekurangan pasar.Keadaan di atas mendorong Raffles untuk membuat perubahan dalam undang-undang kepemilikan, agar penduduk terpacu untuk bekerja keras dan memupuk modal atau kekayaan, sehingga diharapkan akan menumbuhkan industri.Bab 4 menguraikan tentang industri yang terdapat di pulau Jawa, yang meliputi kerajinan tangan, batu bata, kain katun, tali, besi, pembuatan kapal, kertas, garam, mesiu, pengangkutan hasil hutan berupa kayu, dan perikanan.Bab 5 adalah tentang perdagangan. Diterangkan mengenai keuntungan dari lokasi pulau Jawa dalam bidang perdagangan, perdagangan oleh penduduk asli, pengaruh pedagang Cina, ekspor impor, peraturan perdagangan yang ditetapkan oleh Belanda, perdagangan Jepang, dan sebab kemunduran penduduk asli.Bab 6 menguraikan tentang watak penduduk Jawa, antara lain dengan membandingkannya dengan suku Sunda dan penjelasan rinci mengenai karakter penduduk yang dibagi berdasarkan golongan/ kelasnya.Bab 7 menguraikan mengenai kebudayaan Jawa, yang meliputi adat istiadat keraton, upacara-upacara penting kelahiran dan pernikahan, seni budaya, pertandingan, dan lain-lain.Bab 8 berisi penjelasan mengenai bahasa, dibandingkan dengan bahasa yang digunakan di kepulauan sekitar Jawa, pengaruh kebudayaan Hindu dan bahasa Arab terhadap bahasa dan sastra Jawa, dan bidang-bidang seni lainnya.Bab 9 adalah tentang agama di pulau Jawa.Bab 10 dan 11 mengenai sejarah Jawa sejak awal sampai dengan kedatangan Inggris pada tahun 1811.Buku ini cukup rinci dalam memberikan informasi mengenai keadaan di pulau Jawa pada awal abad 19. Dari sini kita dapat melihat sejauh mana kemajuan yang telah kita capai setelah 200 tahun kemudian. Apakah cara berpikir dan kebudayaan kita masih sama atau telah jauh lebih maju dari sekitar 200 tahun yang lalu ? Atau yang berubah (semakin banyak) hanya jumlah penduduknya saja ? 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS